Kamis, 13 Mei 2010

DATA Variabel Latent (bag 5)



Seperti telah dibicarakan sebelumnya, bahwa penelitian di bidang ekonomi dan sering melibatkan variabel yang tidak dapat diukur secara langsung, disebut variabel latent atau unobservable; misalnya kepuasan, motivasi dan lain sebagainya. Pengukuran variabel laten menggunakan instrumen berupa kuisioner akan menghasilkan data dari setiap indikator atau data dari setiap item. Oleh karena itu, indikator atau item sering disamakan dengan variabel manifest atau variabel observable.

Untuk memperoleh data dari variabel latent atau variabel unobservable dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:
1. Metode Total Skor
2. Metode Rata-Rata Skor
3. Metode Rescoring
4. Metode Indikator Terkuat
5. Metode Skor Faktor
6. Metode Skor Komponen Utama
Metode pertama berarti menjumlahkan skor semua indikator, shingga diperoleh data total skor yang merupakan data variabel laten bersangkutan. Sedangkan metode kedua menggunakan rata-rata skor indikator. Sebagai ilustrasi digunakan data rekaan di bawah ini (menggunakan skala Likert 1 sampai 5).


 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Metode ketiga adalah rescoring. Metode ini merubah total skor menjadi skala awal (1 sampai 5). Caranya adalah, untuk data di atas, sebagai berikut:

- Nilai minimal skor total yang mungkin adalah 3
- Nilai maksimal skor total yang mungkin adalah 15
- Range = 15 – 3 = 12
- Interval kelas (banyaknya skor awal, 1 sampai 5) adalah 5
- Lebar interval kelas = 12/5 = 2.4

Rescoring bernilai 1 jika nilai skor total antara 3 sampai (3 + 2.4) = 5.4
Rescoring bernilai 2 jika nilai skor total antara >5.4 sampai (5.4 + 2.4) = 7.8
Rescoring bernilai 3 jika nilai skor total antara >7.8 sampai 10.2
Rescoring bernilai 4 jika nilai skor total antara >10.2 sampai 12.6
Rescoring bernilai 5 jika nilai skor total antara >12.6 sampai 15













Untuk observasi pertama, nilai skor total adalah 7, di mana 7 berada pada selang rescoring 2, yaitu >5.4 sampai 7.8. Demikian seterusnya. Ketiga metode ini bersifat setiap indikator dipandang memiliki bobot yang sama, dan informasi 100% terpakai atau tercakup dalam variabel latent.

Metode keempat adalah menggunakan indikator terkuat. Indikator terkuat diperoleh dari hasil korelasi antar masing-masing indikator dengan total skor. Indikator yang memiliki korelasi terbesar dipandang sebagai indikator terkuat dan digunakan untuk mewakili variabel latent. Nilai korelasi antara setiap indikator dengan total skor:

Dari hasil analisis tersebut diperoleh nilai korelasi antara indikator 1 dengan skor total adalah 0.625, indikator 2 dengan skor total adalah 0.832 dan indikator 3 dengan skor total adalah 0.790. Indikator yang memiliki korelasi tertinggi adalah indikator 2 (0.832), sehingga variabel latent yang digunakan menggunakan skor indikator 2.

Metode kelima dan keenam adalah menggunakan analisis faktor dan analisis komponen utama. Metode ini menghasilkan skor faktor dan skor komponen utama, yang dijadikan sebagai data untuk variabel latent. Kedua metode ini berbeda dengan ketiga metode pertama yaitu bobot masing-masing indikator adalah berbeda, dan tidak 100% informasi terpakai atau tercakup. Kedua metode terakhir ini akan dijelaskan pada sub bab tersendiri pada bab ini. Perbedaan masing-masing metode dapat dilihat dari gambar berikut:

Pada kedua gambar tampak terlihat perbedaan terletak bagaimana arah hubungan antara variabel laten dengan indikator. Pada analisis faktor, masing-masing variabel indikator adalah fungsi dari variabel latent, sedangkan pada analisis komponen utama, variabel latent adalah fungsi dari seluruh variabel indikator. Konstruk dengan analisis faktor menganggap bahwa variabel latent adalah refleksi dari sejumlah indikator, sedangkan konstruk dengan analisis komponen utama menganggap bahwa variabel latent dibentuk (formasi) dari sejumlah indikator. Oleh karena itu, pembentukan variabel latent menggunakan analisis faktor dinamakan bentuk reflektif, sedangkan pembentukan variabel latent menggunakan analisis komponen utama dinamakan bentuk formatif.

Download pengukuran variabel bag 1 s/d 7 gratis KLIK DISINI

4 komentar:

Mobil Eropa Bali mengatakan...

Bagus sekali tulisannya Bu, sangat membantu menjelaskan pembentukan variabel laten. Saya mau tanya dikit, bagaimana menentukan/memilih metode yang paling pas untuk membentuk variabel laten? Pertimbangannya apa saja? Terima kasih.

ANA ARISANTI mengatakan...

trimakasih atas pertanyaannya, jawabannya silahkan baca tulisan saya mulai dari awal bagian 1 s/d 7 tentang pengukuran variabel laten maka anda akan menemukan sendiri jawabannya

wid mengatakan...

tulisan ibu menarik sekali, tapi kalau saya boleh tau untuk sumber metode rescoring ini referensinya dari mana? dan penerapannya pada penelitian apa?mohon bantuannya.terima kasih.

ANA ARISANTI mengatakan...

Tulisan saya ini bersumber dari bukunya DR. Solimun, Ir., MS penerbit : FMIPA & Program Pasca Sarjana Universitas Brawijaya Malang 2010