Kamis, 13 Mei 2010

Pengukuran Variabel (bag 3)



Banyak ahli yang menyatakan pengertian tentang pengukuran variabel, diantaranya adalah Davis dan Consenza (1993): A measurement scale can be defined as a device that is used to assign numbers to aspects of objects and events dan Malhotra (1996): Scaling is the process of placing the respondents on continum with respect to their attitude toward objects or events.

Inti definisi dari para ahli tersebut, bahwa pengukuran adalah suatu proses kuantifikasi atribut (kualitatif) dari suatu materi atau obyek sehingga diperoleh angka (bilangan) menggunakan aturan tertentu. Dengan demikian bilamana aturannya diubah maka akan menghasilkan data yang berbeda, misal aturan skor 5 dan skor 11 akan menghasilkan data yang berbeda.

Instrumen penelitian pada dasarnya adalah berupa perlengkapan untuk mendapatkan angka (kuantitatif) berdasarkan sikap, perlilaku, dan lain sebagainya dari responden terhadap obyek atau kejadian. Di dalam perancangan instrumen, terdapat suatu kegiatan yang cukup penting, yaitu menentukan skala yang akan digunakan. Teknik Pembuatan Skala yang banyak digunakan antara lain adalah Model Skala Likert dan Thurstone. Likert Scale: Respondent indicates degree of agreement or disagreement with statement about attitude, object, person or event.

Proses pengukuran variabel secara sederhana dapat dilihat pada uraian berikut.

(1) Buat Definisi Operasional Variabel (DOV)
Ada yang menyebut konseptualisasi, yaitu pemberian arti operasional terhadap variabel (ada yang dimulai dari konsep terlebih dahulu) yang tercantum di dalam hipotesis penelitian. Definisi ini didasarkan pada teori-teori yang sesuai, agar pengukuran bersifat valid secara isi (content validity).

(2) Identifikasi Dimensi dari variabel sesuai DOV (optional), kemudian rumuskan definisi operasional masng-masing dimensi

(3) Identifikasi Indikator (particular) dari setiap dimensi atau variabel, selanjutnya buat definisi operasional dari setiap indikator.

(4) Identifikasi Item dari masing-masing indikator, kemudian buat definisi operasional setiap item.
(5) Tetapkan sistem respon yang ingin diukur : affective domain (perasaan / sikap terhadap sesuatu), conative domain ( tendensi untuk bertingkah laku) atau cognitive domain (tahu atau tidak tahu).

(6) Pilih model skala pengukuran yang akan digunakan: skala semantik diferensial, Likert atau skala kontinyu.

(7) Susun item (pertanyaan) boleh negatif (unfavorable) atau positif (favorable), tidak direkomendasikan ada item netral

(8) Tetapkan banyaknya respon pada setiap item : 3, 5, 7, 9 atau 11, yang banyak digunakan adalah 5

(9) Tetapkan skor pada setiap respon : 1 = sangat tidak setuju, 2 = setuju, 3 = tidak punya pilihan, 4 = setuju , 5 = sangat setuju

(10) Asumsi : harus ada contimum

(11) Banyaknya respon jawaban setiap item diusahakan sama

(12) Skor yang telah diperoleh diubah menjadi skala (MSI dari Thurston atau Likert Scale)

(13) Uji coba instrumen: uji validitas dan reliabilitas

CONTOH : Pengukuran Variabel Perilaku Manajemen

Definisi Operasional Variabel:

Variabel perilaku manajemen merupakan proses spanning yang menunjukkan intensi manajemen untuk mencapai kesuksesan strategi, yang mencakup; orientasi tugas dan orientasi kompetisi, kemampuan penyelenggaraan internasionalisasi, upaya pengelola perguruan tinggi untuk mempertahankan keberlangsungan institusi, serta upaya meningkatkan kesejahteraan institusi dan anggotanya. Variabel perilaku manajemen diukur berdasarkan persepsi pengelola institusi pendidikan tinggi yang menjalin kerjasama dengan universitas asing terhadap perilaku manajemen pengelolaan pendidikan tinggi.

Model skala pengukuran yang digunakan adalah Likert Scale, dengan rentang skor 1 (sangat tidak setuju) sampai dengan 5 (sangat setuju). Variabel perilaku manajemen ini diukur berdasarkan indikator:

1. Pelaksanaan tugas yang sudah direncanakan untuk diimplementasikan (Javalgi, et al., 2003; Winsted dan Patterson, 1998)
2. Kemampuan institusi untuk menyelenggarakan berbagai program yang berkaitan dengan kerjasama antar institusi (Javalgi, et al., 2003)
3. Orientasi dan motivasi untuk berkompetisi dengan institusi pendidikan tinggi di lingkungan lokal maupun di lingkungan internasional (Winsted dan Patterson, 1998)
4. Motivasi untuk mempertahankan keberlangsungan dan meningkatkan pertumbuhan institusi dalam jangka panjang (Winsted dan Patterson, 1998)
5. Motivasi untuk meningkatkan kesejahteraan institusi dan anggotanya (Winsted dan Patterson, 1998)

Bentuk Instrumen :

Pernyataan-pernyataan berikut ini berkaitan dengan keputusan Bapak/Ibu sebagai pengelola institusi terhadap kerjasama internasional yang diimplementasikan. Bapak/Ibu dimohon untuk mengungkapkan sejauh mana tingkat kesetujuan atau ketidaksetujuan Bapak/Ibu terhadap masing-masing pernyataan berikut dengan memberi tanda silang (X) pada pilihan jawaban yang tersedia, dengan ketentuan sebagai berikut:

1 = sangat tidak setuju
2 = tidak setuju
3 = ragu-ragu
4 = setuju
5 = sangat setuju

















Download pengukuran variabel bag 1 s/d bag 7 gratis KLIK DISINI

Tidak ada komentar: