Kamis, 13 Mei 2010

Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen (bag 4)



Pada variabel fisik (kuantitatif), misal berat kering tanaman, lingkar leher sapi, diameter batang, kadar estrogen dan lain sebagainya, umumnya telah tersedia alat ukur standart. Agar alat ukur tersebut bersifat valid dan presisi selayaknya dilakukan kalibrasi sebelum digunakan untuk penelitian. Spesifikasi dan merek alat harus dinyatakan secara eksplisit.

Pada variabel kualitatif, instrumen penelitian berupa kuisioner atau daftar isian juga harus valid dan reliabel. Untuk itu, uji coba instrumen merupakan langkah yang penting. Uji coba instrumen seharusnya memperhatikan:

(a). Kondisi uji coba harus menjamin diperolehnya data yang benar-benar mencerminkan keadaan sebenarnya.
(b).Dilakukan sekurang-kurangnya terhadap 30 responden.

1. Validitas Instrumen

Validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur mampu mengukur apa yang ingin diukur. Data hasil uji coba instrumen digunakan untuk uji validitas instrrumen. Jenis-jenis validitas instrumen dapat dilihat pada uraian berikut:

(a) Validitas isi: kadang-kadang disebut dengan face validity, ditentukan berdasarkan landasan teori dan atau pendapat pakar.
(b) Validitas kriteria: diukur dengan cara menghitung korelasi antara skor masing-masing item dengan skor total menggunakan teknik korelasi product moment (metode interkorelasi). Menurut Masrun (1979), bilamana koefisien korelasi positif dan > 0.3 maka indikator bersangkutan dianggap valid. Perhitungan koefisien korelasi dapat dilakukan dengan software SPSS

(c) Validitas unidimensionalitas: diukur dengan Goodness of Fit Index (GFI), bilamana GFI > 0.90 maka instrumen bersangkutan dikatakan valid (Hair et. al., 1992). Perhitungan GFI dapat dilakukan dengan software LISREL 8.30 atau AMOS Rel. 4.01. Atau dapat diukur dengan analsis faktor konfirmatori, yaitu jika terdapat F1 (satu) faktor yang bermakna (eigen value >1 atau keragaman komulatif sekitar 75 %).

2. Reliabilitas Instrumen

Reliabilitas adalah ukuran yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Terdapat beberapa jenis ukuran reliabilitas: test re test, alternative-forms dan internal consistency. Salah satu ukuran reliabilitas internal consistency adalah koefisien Alpha Cronbach, dimana jika α > 0,6 menunjukkan instrumen tersebut reliabel (Malhotra, 1992). Perhitungan koefisien alpha Cronbach dilakukan dengan software SPSS.
Di bawah ini diberikan contoh perhitungan uji validitas dan reliabilitas menggunakan SPSS. Misal untuk mengukur variabel sumber daya manusia dikembangkan instrumen penelitian dengan 3 indikator, yaitu X11, X12, dan X13. Pengukuran dengan menerapkan Model Likert dengan 5 skor, yaitu 1 = sangat tidak setuju, 2 = setuju, 3 = netral, 4 = setuju , 5 = sangat setuju. Responden yang diukur sebanyak 50 orang dan data hasil pengukuran (data simulasi) diberikan pada Tabel 3.1 sebagai berikut.

















Hasil analisis uji validitas instrumen diberikan sebagai berikut:


(1) Validitas unidimensionalitas








Hasil analisis menunjukkan hanya component 1 yang signifikan (Initial eigenvalues) >1, dengan demikian instrumen penelitian dikatakan valid unidimensionalitas.


(2) Validitas kriteria


 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Koefisien korelasi antara SDM (berupa total dari seluruh indikator) dengan setiap indkator (X11, X12, dan X13) yaitu sebesar 0,800; 0,717; dan 0,828 semuanya di atas 0,3 sehinga dapat dikatakan instrumen penelitian valid kriteria.


Hasil analisis uji reliabilitas instrumen diberikan sebagai berikut:


 
 
 
 
 
 
Hasil analisis α = 0,683, mengingat > 0,60 maka dikatakan instrumen penelitian reliabel.

Hasil pengukuran variabel bisa berupa data ordinal atau mendekati interval. Bilamana hasil pengukuran berupa data ordinal, maka analisis yang tepat adalah nonparametrik, sedangkan jika interval dapat dilakukan dengan analisis parametrik (regresi, analisis path, SEM, dan lain-lain).

Beberapa rujukan yang dapat digunakan, agar pengukuran dapat menghasilkan data interval diberikan sebagai berikut. Menurut Sharma (1996), hasil pengukuran akan menghasilkan skala interval (interval scale), jika the differences between the successive categories are equal Sedangkan Sekaran (1992), secara eksplisit mengemukakan bahwa Skala Likert dapat menghasilkan data interval.

Download pengukuran variabel bag 1 s/d 7 gratis KLIK DISINI



ARTIKEL TERKAIT :

  1. Pengukuran Variabel Laten (bag 1) 
  2. Konsep, Variabel dan Dimensi (bag 2) 
  3. Pengukuran Variabel (bag 3)
  4. DATA Variabel Latent (bag 5)
  5. Analisis Faktor (bag 6)
  6. Analisis Faktor Konfirmatori Vs Analisis Komponen Utama (bag 7)






3 komentar:

Anonim mengatakan...

thx bgt ya...bnr2 membantu ^^

insan mengatakan...

tanks yo...!!!

Anonim mengatakan...

mantap....... nuhun nya