Rabu, 05 Mei 2010

Variabel Penelitian (bag 3)

Banyak definisi mengenai variabel, dan juga masih banyak yang merancukannya dengan parameter. Variabel adalah karakteristik, sifat atau atribut dari suatu obyek (subyek) penelitian, yang relevan dengan permasalahan yang akan diselidiki, akan dilakukan pengukuran terhadapnya, dan harus memiliki suatu nilai (value), dimana nilainya bervariasi antara obyek yang satu dengan lainnya. Obyek (subyek) penelitian bisa berupa individu (orang), kelas, sekolah, organisasi, perusahaan (firm), industri, institusi pemerintahan (daerah atau negara), dan lain sebagainya.

Ditinjau dari keberadaan, keterkaitan dan struktur pengaruhnya di dalam hipotesis (permasalahan) penelitian, variabel dapat dibedakan menjadi intraneous dan extraneous variables. Intraneous variables adalah variabel yang tercakup di dalam hipotesis penelitian. Sedangkan extraneous variables adalah variabel yang tidak tercakup di dalam hipotesis penelitian, akan tetapi memiliki kontribusi pengaruh terhadap variabel dependen.

Intraneous variables meliputi :

1) Variabel penjelas (independent variables), adalah suatu variabel tercakup di dalam hipotesis penelitian, yang keragamannya sebagai akibat dari manipulasi atau intervensi peneliti atau merupakan suatu keadaan atau kondisi atau fenomena yang ingin diselidiki, diteliti atau dikaji. Variabel ini mempengaruhi variabel tergantung.
2) Variabel anteseden (antecedent variables) adalah variabel yang mempengaruhi variabel penjelas.
3) Variabel antara atau variabel intervening (intervene variables) adalah variabel yang bersifat menjadi perantara (mediating) dari hubungan variabel penjelas ke variabel tergantung. Sifatnya adalah sebagai penghubung (”jembatan”) antara variabel penjelas dengan variabel tergantung.
4) Variabel Moderator adalah variabel yang bersifat memperkuat atau memperlemah pengaruh variabel penjelas terhadap variabel tergantung.
5) Variabel tergantung (dependent variables), adalah suatu variabel yang tercakup di dalam hipotesis penelitian, yang keragamannya (variabilitasnya) ditentukan atau tergantung atau dipengaruhi oleh variabel lainnya.

Extraneous variables meliputi :

(1) Variabel pembaur (confounding variables), adalah suatu variabel dalam penelitian yang tidak tercakup dalam hipotesis penelitian, akan tetapi muncul dalam penelitian dan berpengaruh terhadap variabel tergantung. Pengaruhnya mencampuri atau berbaur dengan variabel penjelas. Suatu penelitian biasanya ingin mengetahui pengaruh variabel penjelas terhadap variabel tergantung, yang tentunya pengaruh tersebut harus terbebas dari berbaurnya pengaruh variabel-variabel lain.

(2) Variabel kendali (control variables), adalah variabel pembaur (cofounding) yang pengaruhnya dapat dikendalikan. Pengendalian dapat diakukan dengan cara blocking, yaitu mengelompokkan obyek penelitian menjadi kelompok-kelompok yang relatif homogen. Cara kedua adalah melalui kriteria ekalusi-inklusi, yaitu mengeluarkan obyek yang tidak memenuhi kriteria (ekslusi) dan mengambil obyek yang memenuhi kriteria untuk diikutkan dalam sampel penelitian (inklusi).

(3) Variabel penyerta (concomitant variables), adalah variabel pembaur (cofounding) yang tidak dapat dikendalikan, sehingga tetap menyertai (terikut) dalam proses penelitian. Konsekuensinya, data tersebut harus diamati. Pengaruh baurnya dihilangkan (dieliminasi) pada tahap analisis data, misalnya dengan ANCOVA atau MANCOVA.

Bilamana variabel penelitian telah ditentukan, kemudian harus dibuat definisi operasional variabel secara tegas dan tajam dengan merujuk pada teori dan konsep yang relevan. Langkah berikutnya, data collecting dapat dilakukan.

Download Metodologi Penelitian bag 1 s/d 6  gratis klik disini


Tidak ada komentar: