Rabu, 13 April 2011

POLA DASAR CELANA WANITA

Banyak yang nanyain gimana cara membuat pola celana kerja wanita, pola dasar celana berikut adalah pola celana lurus standart seperti celana yang biasa dipakai untuk kerja para wanita karier. Bagi yang ingin modelnya agak lebar dibawah, tinggal lebarkan bagian bawah dengan menambahkan  3 atau 5 cm atau sesuai selera ke kiri dan kekanan. 

Pemeliharan bahan dari Serat Sutera

Sutera adalah serat berbentuk filamen yang diperoleh dari sejenis serangga yang disebut Lepidoptera. Serat tersebut dihasilkan oleh larva ulat sutera sewaktu membentuk kepompong, yaitu bentuk ulat sebelum menjadi kupu-kupu.

Sifat-sifat serat sutera adalah:

  • Benang sutera adalah yang terhalus dari bahan-bahan tekstil asli dan yang terkuat jika dibandingkan dengan bahan lain yang sama halusnya. Dalam keadaan basah kekuatan susut 15 %.
  • Terdiri atas benang filamen yang panjangnya 300 sampai 1600 meter.
  • Penampangnya berbentuk segitiga dengan sudut-sudut membulat yang menyebabkan kilau pada sutera.
  • Licin, berkilau, lembut, kenyal, kuat, dan dapat menyesuaikan diri dengan temperatur udara.
  • Sutera bukan penghantar panas yang baik, tetapi karena seratnya licin menyebabkan rasa dingin kalau dipakai.
  • Sangat hygroscopis atau menghisap keringat, baik untuk pakaian musin panas maupun musim dingin.
  • Tahan ngengat.

Teknik pemeliharaan bahan dari serat sutra

  • Sutera dapat rusak oleh sinar matahari, menyebabkan warnanya menjadi kuning. Oleh karena itu, waktu menjemur jangan kena sinar matahari.
  • Sutera dapat rusak oleh obat kelantang yang mengandung chlor dan dapat rusak dengan pemakaian seterika dengan panas 110°C. Oleh karena itu seterikalah sutera dengan panas rendah.
  • Lebih tahan lindi dibandingkan dengan wol. Waktu mencuci harus memakai sabun lunak supaya jangan mengurangi kilaunya.
  • Sutera tidak tahan asam. Pemakaian asam cair waktu mencuci dapat merusak warna dan kilau

Kegunaan serat sutera antara lain  :
untuk bahan pakaian yang bermutu tinggi seperti bahan pakaian wanita, kaus kaki wanita, dasi, sapu tangan
untuk keperluan alat-alat rumah tangga seperti kain gorden, seprei, untuk benang jahit, benang sulam, isolasi listrik, kain parasut, senar alat-alat musik, dan lain-lain.

Untuk mengenal serat dari protein dapat dilakukan dengan membakar serat. Serat protein jika dibakar akan berbau rambut atau tanduk terbakar
dan meninggalkan noda hitam.


artikel terkait :
Pemeliharaan bahan dari serat kapas

Rabu, 23 Februari 2011

Pemeliharaan Bahan dari Serat Wol

ol berasal dari bulu biri-biri, kelinci angora, rambut kuda, atau domba. Wol selain mengandung protein juga mengandung belerang. Wol telah mulai dipakai lebih kurang 4000 tahun sebelum Masehi di Mesir. 
Serat wol dapat dibagi atas wol halus, wol sedang dan wol kasar atau wol permadani. 

  • Wol halus. Wol ini seratnya halus, lembut, kuat, elastis, dan keriting
  • Wol sedang. Sebagian besar wol sedang dihasilkan oleh biri-biri dari Inggris. Serat wol ini lebih kasar, lebih panjang dan lebih berkilau dari wol halus.
  • Wol kasar. Wol kasar dihasilkan dari biri-biri yang berekor gemuk dan berekor lebar. Warna serat ini bervariasi dari putih sampai hitam panjang dan serat bagian dalam halus.

Selasa, 22 Februari 2011

Pemeliharaan Bahan dari Serat kapas


Kapas merupakan serat selulosa yang berasal dari serat biji-bijian. Menurut sejarahnya kapas sudah dikenal kira-kira 5000 tahun SM. Menurut para ahli, India adalah negara tertua yang menggunakan kapas.

Senin, 21 Februari 2011

POLA DASAR ROK (POLA DEPAN BELAKANG SAMA)

Ukuran yang diperlukan :
Lingkar Pinggang 66 cm
Lingkar Pinggul 90 cm
Panjang rok 53 cm

Cara Menggambar pola rok :
A – B Panjang rok 63 cm
A – C Lingkar Pinggang 66 : 4 + 2,5 = 19 cm
D – C Ukuran A – C 19 : 2 = 9.5 cm
F – G Untuk jahitan kupnat 2,5 cm
A – H Ukuran rendah pinggul = 20 cm boleh lebih atau kurang
H – I Lingkar pinggul 90 : 4 + 1 = 23,5 cm
B – J Sama dengan H – I =23, 5 cm 

Cara Meletakkan diatas bahan :
P – R Panjang kain ban pinggang = 74 cm
P – Q  R- S Lebar kain ban pinggang = 10 cm
K – L Kain keras ban pinggang = 66 cm
K – O Tambahan kain keras untuk hak = 4 cm
K – M  L – N Lebar kain keras ban = 3,5 cm
X – X Lebar bahan yang dibuat rok = 110 cm
X – Z Panjang bahannya = 75 cm


Kamis, 13 Januari 2011

Mengubah Pola Dasar Menjadi Bolero Pendek


Cara mengubah pola dasar menjadi bolero pendek
Buatlah pola depan dan belakang sampai pinggang. Letakkan sejajar dan besarkan badannya.
T-g  1,5 cm  = h-g = Tarik garis sama besar kebawah
h-l   1 cm  = h-T = Cara menhilangkan kupnat, dan buatlah kerung baru
a-x  2 cm  = P-x  = M-d, bisa lebih atau kurang
J-b  5 cm  = U-v  =K-n, bisa lebih atau kurang
Z-u  3 cm. Bentuklah garis leher dan bukaan dada dari x-u sampai b
Ukurlah dari E-g sampai O. Buatlah pola lengan yang panjangnya 24 cm seperti cara membuat pola dasar lengan.

Artikel Terkait :
Cara Menjahit Lengan dengan Rapi
Cara Menjahit Saku Vest
Menjahit kebaya pendek berleher lebar
Rok wiron pada kain batik, Rok padanan kebaya (1) 



 

Minggu, 26 Desember 2010

Pewarnaan dan Penyelesaian Gambar (9)


I. Pewarnaan dan Penyelesaian Gambar



Desain yang sudah dibuat dilakukan penyempurnaan yang disebut dengan finishing. Mewarnai merupakan salah satu teknik penyempurnaan desain, sehingga desain terlihat lebih menarik. Dalam mewarnai sebuah desain kita perlu memahami cara-cara mengarsir. Mewarnai desain atau gambar dapat dilakukan dengan pensil warna atau pensil biasa dengan kode 2B atau 3B. Selain itu, desain juga dapat diwarnai dengan cat air atau cat minyak. Tentunya mewarnai dengan cat air atau cat minyak berbeda dengan mewarnai dengan pensil biasa.

1. Penyelesaian dengan pensil biasa
Mewarnai dengan pensil biasa disebut dengan teknik mengarsir. Dalam mengarsir kita perlu memperhatikan daerah gelap atau terang dari gambar atau area yang banyak terkena cahaya dengan yang kurang terkena cahaya. Daerah yang banyak terkena cahaya terlihat lebih terang dan arsirannya lebih lembut, sedangkan yang kurang terkena cahaya akan diarsir lebih tebal. Agar diperoleh gambar dengan arsiran yang bagus, perlu juga diperhatikan jenis pensil yang digunakan. Pensil untuk mengarsir berbeda dengan pensil yang digunakan untuk membuat sketsa. Untuk mengarsir gunakan pensil yang lebih lunak atau khusus untuk arsiran seperti 2B, 3B, dll.

2. Penyelesaian dengan pensil warna
Teknik mewarnai dengan pensil warna tidak jauh berbeda dengan mewarnai dengan pensil biasa. Dalam mewarnai dengan pensil warna, kita perlu memahami warna-warna dan kombinasi warna yang akan digunakan. Apabila desain pakaian dibuat dengan corak bahan tertentu, kita juga perlu menyesuaikan motif dan warnanya dengan letak jatuh pakaian di badan. Hal ini perlu dilatih secara berulang-ulang agar diperoleh sebuah desain dengan teknik mewarnai yang baik dan benar.

3. Penyelesaian dengan cat air dan cat minyak
Mewarnai dengan cat minyak atau cat air butuh keterampillan khusus. Warna-warna yang digunakan terlebih dahulu dicampur atau diaduk untuk mendapat warna yang diinginkan. Dalam mewarnai desain kita juga perlu memperhatikan gelap terang dari desain busana yang diwarnai. Kertas gambar yang sudah diwarnai dengan cat minyak atau cat air terlebih dahulu dikeringkan agar warna tidak rusak.


ARTIKEL TERKAIT :

  1. Desain Busana (1)
  2. Unsur-unsur Desain Busana (2) 
  3. Prinsip-Prinsip Desain Busana (3)
  4. Alat dan Bahan Untuk Mendesain (4) 
  5. Anatomi Tubuh untuk Desain (5) 
  6. Menggambar Bagian-bagian Tubuh (6) 
  7. Gerakan Tubuh pada Desain Busana (7) 
  8. Menggambar Bagian-Bagian Busana (8) 
  9. Pewarnaan dan Penyelesaian Gambar (9)