Minggu, 04 Juli 2010

ROK PADANAN KEBAYA : ROK WIRON PADA KAIN BATIK

Rok wiron pada kain batik
























  














Cara membuat pola

Buatlah pola rok panjang yang agak sempit dibagian pinggul dan diperpanjang dari bagian pinggul sampai mata kaki





























 Sebelum membuat roknya cobalah membuat wiron kain seperti contoh dibawah ini :
  • Pertama-tama dilipat kedalam, lebarnya 3 cm
  • Kedua dilipat kedalam
  • Ketiga dilipat kedalam
  • Keempat dilipat saling tumpang tindih dan begitu seterusnya 















Setelah lancar membuat wiron, mulailah membuat roknya :
Buatlah pola rok depanbelakang, gabungan kanan dan kiri (buat rapat/tidak terpisah  dari pinggul, lutut, sampai kaki menjadi satu). Semua garis diluar pola langsung digunting dan dibuang, dan empat pola jadi satu (gambar dibawah ini) sudah siap dirancang diatas kainnya.
                



















-         Sebelum merancang, pada pinggir kain sebelah kanan kain batik, buatlah 4 atau 5 lipit wiron, jelujur yang rapi.
-         Bentangkan kain batik diatas meja atau lantai, kain untuk bagian luar disebelah bawah, kain untuk bagian dalam disebelah atas
-         Karena panjang kain 220 cm, sedangkan kain yang diperlukan sesudah dibuat wiron panjangnya adalah 155 cm, maka akan ada sisa 65 cm. Sisa ini tidak boleh dipotoang tapi harus dilipat kedalam sehingga menjadi 2 lapis (ULK)
-         Jika model roknya lurus atau tidak sempit dibawah, maka garis pinggir bawah pola akan sejajar dengan pinggir kaian, tetapi jika kain wiron modelnya smpit dibawah (seperti yang dibuat ini) maka ujungnya tidak lurus atau rata lagi.
















  




Cara menyiapkan kain wiron
-         Rancanglah pola depan diatas kain berwiron, 2 cm dari tepi wiron, jangn diletakkan tepat ditepi wiron karena garis pinggir bawah menjadi sejajar dengan pinggir kain
-         Rancanglah lagi pola belakang (3) rapat sekali dengan pasangannya (2) Akhirnya garis pinggirbawah bertambah miring
-         Rancanglah lagi pola depan (4) rapat, jadi satu dengan pola belakangnya (3) maka sudah tentu garis pinggir bawah menjadi miring sekali Itulah sebabnya bila mana kain bagian kanan dan kiri sudah dikampuh, maka pinggir bawah pada kaki menjadi tidak rata / tinggi sebelah
-         Untuk menjahit sampai selesai, semua tanda garis pada pola dibuat pada kain. Tanda garis pinggang, pinggul, dan kupnat semuanya harus tertera dengan jelas pada kain sehingga apabila pola diangkat agar mudah menjahit dan mengampuhnya.
-         Setelah garis-garis pola dan garis kupnat yang pertama tertera lengkap di atas kain, letakkanlah pola secara terbalik.
-         Padukan garis pinggang pola depan dan pola belakang. Padukan juga garis kupnat lalu garis pola (1) deletakkan juga dengan cara terbalik, supaya tertera juga pada kain.
-         Pada pola belakang harus tertebih dahulu dibuat garis lurus mendatar, baru kemudian pola belakang kanan dan kiri dipadukan jadi satu. Balikkan juga hingga letaknya tertbalik, dan cetaklah semua garis polanya di atas kain, demikian pola depan (4) dipasang terbalik juga.
-         Apabila semua garis tanda sudah dibuat, maka akan tertihat di atas kain dengan nyata dan jelas seperti garis-garis pada halaman merancang pola kain wiron (lihat gambar diatas.

      Cara menjahit:
-         Jahitlah bagian yang mendatar pada pola belakang, menjahitnya dicubit seperti menjahit kupnat runcing kanan kiri.
-         Kampuhlah jahitan pinggul kanan dan kin, tepat sampai garis runcingnya di sekitar pinggul, jadi di sisi kanan dan kiri kain tidak ada jahitan.
-         Apabila kupnat dan jahrtan pinggang dan pinggul sudah selesai semua, ballklah pinggir kain menutupi semua jahitan, maka kain terlihat pendek karena sudah dilipat.
-         Apabila lipatan ini dengan sendirinya sudah benar, maka bagian yang sudah ada jahitan kupnat dijahit dengan mesin, supaya lipatan atau kain yang menjadi lapisan pinggang menjadi kust dan tidak berubah/terbuka lagi.
-         Lipatlah garis sisi kanan dan kiri, padukan atau tumpuk garis tengah depan yang diletakkan sebelah kiri bawah, adapun yang ada wironnya diletakkan di sebelah atas.
-         Bagian pinggir pinggang yang sudah rapi dengan lapisannya yang kanan dan yang kiri dipadukan dengan tepat, tidak boleh ada yang lebih ke atas atau ke bawah. Meskipun di bagian ujung wiron (di dekat mata kaki) tertihat tidak rata, biarkan saja sebab demikianlah model kain wiron ini.

ARTIKEL TERKAIT :

4 komentar:

Anonim mengatakan...

Halo mbak ana, terimakasih atas postingannya, sangat membantu saya yg sedang belajar membuat sarung kebaya. Saya ada pertanyaan: Bagaimana membuat pola untuk sarung yang memakai tumpal dan mengaplikasikannya pada kain, tanpa memotong kain tersebut? Apakah polanya sama seperti untuk kain wiron? terimakasih banyak Veronica-Greece

yedi karis mengatakan...

hallo mbak... makasih atas semua infonya yg sangat berguna sekali...
maaf mbak kalo boleh tanya, cara untuk membuat korset gimana ya mbak, dari ukuranya saya sering kurang sesuai ( gak ngepas ) mohon pencerahanya..
terima kasih

yedi_txgarut@yahoo.co.id

yedi karis mengatakan...

Hallo mbak Ana, terima kasih atas semua informasinya yg sangat berguna sekali,
maaf mbak kalo membuat korset nya itu gimana, kadang saya kurang sesuai ( TIDAK NGE PAS SAMA BADAN )
terima kasih mbak, mohon pencerahanya.

yedi karis mengatakan...

Hallo mbak Ana, terima kasih atas semua informasinya yg sangat berguna sekali,
maaf mbak kalo membuat korset nya itu gimana, kadang saya kurang sesuai ( TIDAK NGE PAS SAMA BADAN )
terima kasih mbak, mohon pencerahanya.