Kamis, 27 Mei 2010

Pola dasar baju wanita sistem dressmaking (3)

Ukuran yang dibutuhkan untuk pola sistem Dressmaking


a) Lingkar leher : 38 cm
b) Lebar muka : 33 cm
c) Lingkar badan : 88 cm
d) Tinggi dada : 15 cm
e) Lingkar pinggang : 66 cm
f) Lingkar panggul : 96 cm
g) Tinggi panggul : 16 cm
h) Lebar punggung : 34 cm
i) Panjang punggung : 37 cm
j) Panjang rok : 50 cm
k) Panjang bahu : 12 cm
l) Panjang lengan : 24 cm
m) Tinggi puncak lengan : 12 cm


** ukuran diatas adalah ukuran untuk belajar menggambar pola dasar pakaian wanita dewasa. Jadi untuk membuat pola baju anda sendiri tinggal mengganti angka-angkanya sesuai ukuran anda

Keterangan Pola

Menggambar pola sistem Dressmaking dimulai dari pola belakang, tetapi sebelumnya ditentukan pedoman umumnya yaitu ukuran ½ lingkar badan yang dimulai dengan sebuah titik.

A - B    = ½ ukuran lingkar badan.
A - C    = ¼ lingkar badan ditambah 1 cm.
B - B1  = 1,5 cm.
B1 - D  = ukuran panjang punggung, buat garis horizontal ketitik E.
B - B2  = 1/6 lingkar leher ditambah 1 cm.

Hubungkan titik B1 dengan B2 seperti gambar (leher belakang).

C - C1 = 5cm, hubungkan ke titik B2 dengan garis putus-putus (garis bantu).

B2 dipindahkan ukuran panjang bahu melalui garis bantu diberi nama titik B3

B3 - B4  = 1 cm, samakan ukuran B2 ke B4 dan dihubungkandengan garis tegas.
B1 - G    = ½ panjang punggung ditambah 1 cm, buat garis horizontal kekiri dan beri nama titik H.
B1 - G1  = 9 cm.
G1 - F1   = ½ lebar punggung (buat garis batas lebar punggung).

Bentuk garis lingkar kerung lengan belakang mulai dari titik B4 menuju F1 terus ke F seperti gambar.

D - D1   = ¼ ukuran lingkar pinggang ditambah 3 cm (besar lipit kup) dikurang 1 cm.
D - D2   = 1/10 lingkar pinggang.
D2 - D3 = 3 cm (besar lipit kup).

Dari D2 dan D3 dibagi 2, dibuat garis putus-putus sampai kegaris badan (G dan H) diukur 3 cm kebawah, dihubungkan dengan titik D2 dan D3 menjadi lipit kup.

D - D1 = ¼ ukuran lingkar pinggang ditambah 3 cm.

D1 dihubungkan dengan F, menjadi garis sisi badan bagian belakang.

Keterangan pola bagian muka

A - A1 = 1/6 lingkar leher ditambah 1 cm.
A - A2 = 1/6 lingkar leher ditambah 1,5 cm.

Hubungkan titik A1 dengan A2 seperti gambar (garis leher pola muka).

A1 - C2 = ukuran panjang bahu.
A2 - A3 = 5 cm.
A3 - F2 = ½ lebar muka.

Hubungka titik C2 ke F2 terus ke F seperti gambar (lingkar kerung lengan bagian muka).

E - E1 = 2 cm (sama besarnya dengan ukuran kup sisi).
E1 - E4 = ¼ lingkar pinggang ditambah 4 cm (3 cm besar lipit kup dan 1 cm untuk membedakan pola muka dengan belakang).

E1 - E2 = 1/10 lingkar pinggang.
E2 - E3 = 3 cm (besar lipit kup).

E2 dan E3 dibagi dua dibuat garis putus-putus sampai kegaris tengah bahu.

A2 - J = ukuran tinggi dada.

Dari J dibuat garis sampai ke J1.

J1 - J2 = 2 cm, lalu dihubungkan dengan titik E2 dan E3 membentuk lipit kup.

F - I = 9 cm, lalu dihubungkan dengan garis putus-putus ke titik J1.

J1 - K = 2 cm.

Dari I ke I1 dan I2 diukur masing-masing 1 cm, lalu hubungkan dengan titik K.

I1 - K = I2 - K, yang dijadikan patokan panjang adalah ukuran I1 ke K.

E4 dihubungkan dengan I2 dan titik I1 dengan F, menjadi garis sisi badan bagian muka.

Artikel terkait :

  1. Alat yang diperlukan dalam menggambar pola busana (1) 
  2. Cara Mengambil Ukuran Pola Baju Wanita Dewasa (2) 
  3. Pola Dasar Lengan (4) 
  4. Pola Dasar Rok 
  5. Pola dasar pakaian wanita dewasa sistem sederhana
  6. Belajar cara mendisain Busana sendiri (1)










9 komentar:

Anonim mengatakan...

Salam kenal mba Ana,
Saya baru mulai belajar jahit nih, kemaren saya coba buat baju pake sistem Soen kok jadi bagian atas (lingkar badan) gede banget, jadi berkesan longgar banget. Untuk pola lengan licin juga banyak kerutan di atasnya (masih bingung pas masangnya, hehehe). Kalo menurut mba, pola baju sistem apa ya yang bikin baju bisa pas dan nyaman dipake? (kalo pake yang sistem meyneke males 'en ribet banget ngitungnya, hehehe....:-P)

ANA ARISANTI mengatakan...

sebenarnya semua pola bagus, tergantung kita cocok pake yang mana, selain itu ada yang sangat penting untuk diperhatikan yaitu ketepatan kita dalam mengambil ukuran klik disini http://anaarisanti.blogspot.com/2010/05/cara-mengambil-ukuran-pola-baju-wanita.html

Anonim mengatakan...

mbak ana, tolong dijelaskan beda sistem membuat pola.mslya klo pke sistem dressmaking itu untuk buat baju sperti apa,tujuannya apa,kpan pke sistem itu?.terus klo pake sistem sederhana untu buat baju apa?
bgmna klo pke pola suka-suka kita sdri?
Terima kasih.

www.omdani.com mengatakan...

hi. Makasih Ya Atas Infonya.. Semoga Anda Mendapat Berkah. Karna Sudah Berbagi Ilmu.. Saya Senang Mengunjungi Blog Ini..

Anonim mengatakan...

Mba Ana, terimakasih sudah berbagi gratis ilmunya mba, padahal kalo kursus sekarang biaya nya mahal. mudah-mudahan berkah ya mba,,,,

ova caniago mengatakan...

thx.....ilmunya berguna banget buat updating....udah lama blank di bagian ini....refresh nich sekarang.

3Detik mengatakan...

makasi ya mbak infonya....kebetulan saya lg belajar membuat baju,
salam success
jangan lupa mampir ke rumah aku www.3point.co.id ada peluang bisnis barang kali berminat

Galery Avira mengatakan...

terimakasih..informasinya sangat membantu

Galery Avira mengatakan...

thanks